Sebelumnya, Lotte Chemical Corp. bersama anak usahanya di Indonesia dan Malaysia juga telah mengirimkan pemberitahuan kepada pelanggan terkait potensi force majeure dan penyesuaian volume pasokan, dengan alasan kesulitan objektif memenuhi kontrak di tengah krisis Iran.
Tekanan pasokan turut berdampak pada operasional. Unit cracker milik LCTH di Pasir Gudang, Johor, salah satu dari dua fasilitas yang dimiliki, menurunkan tingkat operasi dari 90 persen menjadi 70 persen sejak akhir Februari, saat eskalasi konflik meningkat.
Sementara itu, fasilitas cracker fleksibel milik Lotte Chemical Indonesia di Merak, yang berbasis bahan baku naphtha, memiliki kapasitas produksi sekitar 1 juta ton etilena per tahun dan 520.000 ton propilena.
Sebagai informasi, Lotte Chemical Indonesia merupakan perusahaan patungan dengan kepemilikan mayoritas 51 persen oleh LCTH. Sisanya dimiliki oleh lima institusi keuangan Korea Selatan sebesar 25 persen dan Lotte Chemical Corp. sebesar 24 persen. (Aldo Fernando)