Perseroan memproyeksikan laba bersih MDS Retailing pada kuartal I-2026 di atas Rp600 miliar, sehingga ekuitas akan positif. Laba bersih itu juga akan membuat saldo laba perseroan makin tebal.
Susanto menjelaskan, MDS Retailing memiliki model bisnis yang kuat dan menghasilkan kas dari tahun ke tahun yang jauh melampaui kebutuhan belanja modalnya.
Sebagian laba bersih tetap dialokasikan untuk belanja modal terlebih dahulu, termasuk pembukaan gerai baru, peremajaan gerai lama, hingga investasi strategis pada bidang IT. Setelah memenuhi belanja modal, sisanya akan dibagikan sebagai dividen.
"Kebijakan dividen kami sebesar minimum 50 persen dari laba bersih tetap mempertimbangkan pertimbangan-pertimbangan di atas," katanya.
Di samping itu, MDS Retailing juga tidak memiliki persoalan dengan kas. Pembayaran dividen akan memanfaatkan kas internal. Sebagai bentuk mitigasi risiko, perseroan juga memiliki fasilitas pinjaman siaga dari PT Bank CIMB Niaga Tbk sebesar Rp1,7 triliun yang dapat ditarik sewaktu-waktu.