IDXChannel - Pasar saham Indonesia diperkirakan masih menghadapi volatilitas tinggi pada Oktober 2026.
Di tengah ketidakpastian makroekonomi, Indonesia Research Team UOB Kay Hian mengubah strategi dengan mengurangi eksposur terhadap saham yang sensitif terhadap kondisi makro dan beralih ke emiten yang memiliki katalis spesifik dari kinerja laba.
Dalam riset yang terbit pada 5 Oktober 2026, UOB Kay Hian menyebut penurunan IHSG sebesar 7,9 persen secara bulanan pada September 2026 menjadi cerminan kuatnya tekanan berbasis makro.
Pada periode yang sama, rupiah melemah 1 persen terhadap dolar AS.
Tekanan paling dalam terjadi pada sektor teknologi yang turun 15,1 persen, infrastruktur 12 persen, dan properti 11,5 persen.
Sementara itu, sektor industri menjadi satu-satunya sektor yang mencatat kenaikan, yakni 0,6 persen.