“Pemulihan bergantung pada stabilitas makro dan realisasi laba,” tulis UOB Kay Hian dalam risetnya.
UOB Kay Hian memperkirakan IHSG masih bergerak volatil sepanjang Oktober.
Potensi rebound dapat terbuka apabila yield obligasi global mulai stabil, tekanan terhadap rupiah mereda, dan aksi jual investor asing berkurang.
Namun, kenaikan harga minyak serta potensi inflasi pangan akibat El Niño dapat membatasi ruang kebijakan Bank Indonesia (BI) sekaligus menekan daya beli rumah tangga.
Kondisi tersebut berpotensi membuat pemulihan pasar berlangsung tidak merata.
Musim laporan keuangan kuartal III-2026 juga menjadi ujian penting bagi pasar. Investor akan mencermati kinerja emiten komoditas, ketahanan konsumsi domestik, realisasi kontrak infrastruktur, serta margin dan kualitas aset perbankan.
Selain itu, keputusan Federal Reserve (The Fed) pada pertemuan 27-28 Oktober akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan arah yield global dan aliran dana asing ke pasar negara berkembang.