"Kami lebih bullish di IDX80 yang dimana kami memproyeksikan IDX 80 bisa naik mungkin sekitar 8-10 persen lagi dari level sekarang ke level 107. Ini ditopang juga tadi kembali oleh pertumbuhan EPS yang steady di 11 persen untuk IDX 80 nya. Kami menekankan bahwa IDX 80 lebih banyak digunakan oleh investor-investor lokal juga saat ini dalam membenchmarking performa fund mereka," tutur Kresna.
Adapun target dasar untuk indeks IDX80 dipatok pada level 107,2 dengan proyeksi pertumbuhan laba per saham (earning per share/EPS) sebesar 11 persen, serta perkiraan lonjakan EPS IHSG secara keseluruhan hingga 46 persen.
Di sisi makroekonomi, inflasi rata-rata tahun 2026 diperkirakan berada pada angka 3,4 persen, diserta prediksi kenaikan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 6,00 persen di akhir tahun demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Dalam menghadapi dinamika pasar paruh kedua tahun 2026, Mandiri Sekuritas memetakan empat tema besar investasi yang mencakup keuntungan struktural industri emas, hilirisasi mineral, dan energi; keberlanjutan kebijakan fiskal pro-rakyat; alokasi modal selektif pada saham likuid berdividen tinggi; serta reformasi industri yang dipimpin oleh negara.
Berdasarkan hal tersebut, sektor emas dan tembaga, nikel, minyak dan gas, kesehatan, rokok, telekomunikasi, serta keuangan menjadi sektor pilihan utama (most preferred).