sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BGN Alokasikan Rp373,3 Miliar untuk Standarisasi Dapur MBG hingga Pelatihan Petugas

News editor Felldy Utama
04/09/2026 04:38 WIB
BGN mengalokasikan anggaran khusus untuk kegiatan non-makan bergizi gratis (MBG) dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi Nasional tahun 2027.
BGN Alokasikan Rp373,3 Miliar untuk Standarisasi Dapur MBG hingga Pelatihan Petugas (FOTO:iNews Media Group)
BGN Alokasikan Rp373,3 Miliar untuk Standarisasi Dapur MBG hingga Pelatihan Petugas (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Badan Gizi Nasional (BGN) mengalokasikan anggaran khusus untuk kegiatan non-makan bergizi gratis (MBG) dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi Nasional tahun 2027. Anggaran yang disiapkan sebesar Rp373,3 miliar.

Kepala BGN, Sudaryono mengungkapkan ada sejumlah kebutuhan untuk kegiatan non-MBG. Sehingga, pihaknya mengalokasikan untuk dapat menunjang program pemenuhan gizi nasional.

"Kegiatan teknis non-MBG pemenuhan gizi sebesar Rp373,3 miliar atau 0,13 persen, seperti dipakai anggaran ini untuk standarisasi dapur SPPG, pelatihan petugas penyaji makanan, penguatan rantai pasok, hingga pemantauan mutu dan keamanan pangan di seluruh wilayah Indonesia," kata Sudaryono dalam rapat bersama Komisi IX DPR, di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Dia menjelaskan, kegiatan ini menjadi bagian dari Program Pemenuhan Gizi Nasional dengan total anggaran Rp232,84 triliun.

Dari jumlah tersebut, BGN mengalokasikan Rp232,50 triliun atau 99,84 persen untuk anggaran MBG. Sementara itu, kegiatan teknis non-MBG pemenuhan gizi mendapatkan Rp373,3 miliar atau 0,13 persen.

Sudaryono memaparkan, anggaran MBG sebesar Rp232,50 triliun mencakup penyediaan makanan bergizi untuk peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan. Anggaran untuk kelompok ini mencapai Rp198,96 triliun.

Selain itu, BGN mengalokasikan Rp33,54 triliun untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Dalam anggaran ini, BGN juga memasukkan sejumlah kegiatan pendukung.

Kegiatan itu meliputi dukungan sistem informasi, promosi dan edukasi, kerja sama kemitraan, pemberdayaan masyarakat, pemantauan, pengawasan, serta penguatan tata kelola.

"Dengan kata lain, BGN membangun bukan hanya program memberi makanan, tetapi ekosistem pemenuhan gizi nasional," ujarnya.






(kunthi fahmar sandy)

Advertisement
Advertisement