"Bagi kami, literasi investasi di era digital tidak hanya soal kemampuan dalam bertransaksi, tetapi juga kemampuan memahami informasi, membaca risiko, serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab," ujar Ricki.
Tak hanya itu, upaya penguatan teknologi dan riset di industri pasar modal, disebut Ricki juga semakin penting, seiring dengan prospek pasar dan ekonomi Indonesia yang terus berkembang, di mana masih memiliki ruang pertumbuhan yang kuat, didukung oleh fundamental ekonomi, perkembangan sektor produktif, serta meningkatnya partisipasi investor di pasar modal.
"Kami optimistis terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depan. Dengan dukungan teknologi, riset yang semakin komprehensif, serta literasi investasi yang terus meningkat, kami percaya investor dapat memiliki fondasi yang lebih baik dalam memahami peluang dan risiko di pasar modal," ujar Ricki.
(taufan sukma)