Sejak diluncurkan, layanan yang diberi nama Tuntun AI tersebut telah digunakan untuk lebih dari 50.000 pertanyaan dari pengguna, dan menghasilkan lebih dari 1,2 juta analisis, di mana layanan tersebut diklaim mampu mempermudah dan mempercepat proses investor dalam memahami data pasar.
"Fitur ini terbukti dapat membantu pengguna dalam memahami data pasar hingga 70 persen lebih cepat. (Layanan) Ini tentu mengubah cara investor mengakses informasi, membaca peluang, dan mengambil keputusan dalam investasi," ujar Ricki.
Meski demikian, Ricki juga menggarisbawahi bahwa kehadiran Tuntun AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan keputusan investor, melainkan sebagai alat bantu yang memperkaya proses analisis dan mempercepat pemahaman terhadap data pasar.
Dalam hal ini, peran AI bukan sebagai pengganti judgment investor, melainkan hadir untuk membantu investor membaca informasi dengan lebih efisien, memahami konteks pasar dengan lebih luas, dan mengambil keputusan secara lebih terarah.
Pada akhirnya, keputusan investasi tetap harus didasarkan pada pemahaman, profil risiko, dan tujuan masing-masing investor.