IDXChannel – Pemulihan konsumsi rumah tangga Indonesia mulai menunjukkan tanda stabilisasi, tetapi tekanan daya beli dan kenaikan inflasi masih menjadi penghambat utama untuk mendorong pertumbuhan yang lebih kuat pada paruh kedua 2026.
Analis Mirae Asset Sekuritas Novani Karina Saputri dalam riset bertajuk Indonesia Consumption Outlook: Inflation and Real Income Hold the Key pada 21 September 2026 menilai perbaikan konsumsi sejauh ini belum cukup luas untuk disebut sebagai pemulihan menyeluruh.
Indeks Penjualan Riil (IPR) kembali tumbuh 1,1 persen secara tahunan (YoY) pada Juli 2026, setelah terkontraksi 3 persen pada Juni 2026.
Namun, berdasarkan estimasi awal Bank Indonesia (BI), pertumbuhan IPR diperkirakan melambat menjadi 0,5 persen YoY pada Agustus 2026.
Di sisi lain, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) meningkat menjadi 118,5.
Menurut Novani, kombinasi perbaikan IPR dan kepercayaan konsumen tersebut mengurangi risiko perlambatan konsumsi yang lebih dalam.