Meski demikian, kenaikan kepercayaan konsumen belum diikuti akselerasi penjualan ritel yang sepadan. Karena itu, konsumsi saat ini lebih mencerminkan stabilisasi ketimbang pemulihan yang bersifat luas.
“Perbedaan antara kepercayaan dan belanja sebagian besar mencerminkan tekanan terhadap pendapatan riil dan penyangga keuangan rumah tangga,” tulis Novani.
Tekanan terhadap daya beli juga terlihat dari inflasi yang meningkat. Inflasi umum mencapai 3,2 persen YoY pada Agustus 2026, sementara inflasi inti berada di level 2,9 persen.
Mirae Asset memperkirakan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) bergerak menuju 4 persen YoY pada akhir 2026.
Kondisi tersebut berpotensi kembali menekan daya beli apabila pertumbuhan pendapatan nominal tidak mampu mengimbangi kenaikan harga.