Edo menuturkan, kalaupun DPR nantinya dipertahankan di level historis 40 persen imbal hasil atau yield yang diperoleh investor masih atraktif di kisaran 5-6 persen dengan harga saat ini.
“Dengan modal yang tebal dan RBC tinggi di kisaran 350 persen, sebenarnya TUGU memiliki kapabilitas tinggi untuk membagikan payout lebih dari 40 persen. Namun mereka tetap prudent dan bagi asuransi modal juga penting karena berkaitan langsung dengan kemampuan menyerap risiko di mana bisnis asuransi selalu terkait dengan risiko," ujar Edo
Adanya ekspektasi kinerja solid, dividen tetap atraktif menjadi dua pendorong utama mengapa saham TUGU banyak diburu oleh investor asing menurut Edo. Apalagi jika melihat likuiditas perdagangan yang semakin membaik.
“Fundamental solid, investor dapat cash flow dari dividen secara historis. Apalagi kalau melihat valuasi. Saham TUGU ditransaksikan di 0,5x Price to Book Value (PBV) bahkan setelah harga sahamnya naik signifikan sejak awal tahun, sementara peers ada di kisaran 0,7x bahkan ada yang di atas 1x ini jadi semakin atraktif karena gap tersebut. Pada akhirnya ini adalah momen rerating valuasi saham TUGU," tutur Edo Ardiansyah.
(kunthi fahmar sandy)