IDXChannel - PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR), emiten teknologi yang bergerak di bidang layanan voucher digital dan gift card, kembali mencatatkan perkembangan positif di pasar modal. Sejak melaksanakan penawaran umum perdana saham pada Juli 2021, perseroan menunjukkan pertumbuhan yang konsisten, termasuk keberhasilan berpindah dari Papan Akselerasi ke Papan Pengembangan pada tahun 2023 dalam waktu relatif singkat.
Sejalan dengan kinerja keuangan yang menunjukkan tren positif, saham UVCR kini resmi masuk dalam Daftar Efek Transaksi Margin yang berlaku mulai Mei 2026. asuknya suatu saham dalam daftar efek margin mencerminkan adanya kriteria tertentu yang telah dipenuhi, serta memberikan fleksibilitas tambahan bagi investor. Melalui mekanisme ini, investor dapat melakukan transaksi dengan dukungan pembiayaan dari perusahaan sekuritas, sehingga berpotensi meningkatkan kapasitas investasi dan peluang imbal hasil, dengan tetap mempertimbangkan risiko yang melekat.
Secara umum, saham yang tergolong dalam efek margin cenderung memiliki tingkat likuiditas yang lebih baik, karena investor dapat melakukan pembelian dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan dengan modal kas yang dimiliki. Namun demikian, tidak seluruh saham dapat diperdagangkan melalui skema ini. Bursa Efek Indonesia (BEI) secara berkala menetapkan dan memperbarui Daftar Efek Transaksi Margin setiap bulan melalui surat edaran resmi.
Berdasarkan data perdagangan BEI, saham UVCR menunjukkan peningkatan aktivitas transaksi yang signifikan. Jika sebelumnya nilai transaksi harian berada di bawah Rp10 miliar, pada 30 April 2026 tercatat sebanyak 4.885 transaksi dengan nilai Rp23,49 miliar. Angka tersebut meningkat pada 4 Mei 2026 menjadi 8.267 transaksi dengan total nilai Rp33,44 miliar. Pada periode yang sama, harga saham UVCR juga mengalami kenaikan sebesar 9,71 persen atau setara 20 poin ke level 226.
Dalam perspektif yang lebih luas, performa saham UVCR juga menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat. Dalam satu bulan terakhir, saham ini mencatatkan kenaikan sebesar 83,74 persen, sementara dalam periode satu tahun meningkat hingga 270,49 persen dari posisi terendahnya.
Berdasarkan pengumuman BEI, daftar efek transaksi margin yang berlaku sejak Mei 2026 mencakup sejumlah saham, antara lain BNII, CINT, CITA, GWSA, JAYA, MITI, MUTU, PALM, PRDA, SUPA, UVCR, dan VINS. Sementara itu, beberapa saham yang tidak lagi termasuk dalam daftar tersebut antara lain BIKE, CRAB, FORE, KSIX, NCKL, NICE, PPRE, dan VTNY.
(Rahmat Fiansyah)