IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) ke dalam daftar saham dengan tingkat konsentrasi yang sangat tinggi oleh pemegang saham tertentu alias high shareholding concentration (HSC).
Masuknya MDIA menambah daftar panjang saham-saham HSC. Sebelumnya, Bursa menyematkan status serupa kepada sejumlah saham seperti PT Sarancentral Bajatama Tbk (BAJA), PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP), dan PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR).
Direktur BEI, Yulianto Aji Sadono mengatakan, berdasarkan kajian yang dilakukan Bursa bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan metodologi HSC, 94,13 persen saham MDIA secara agregat dimiliki oleh pemegang saham tertentu, baik dalam bentuk warkat maupun nonwarkat.
"Pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku," katanya dalam pengumuman.
Tingginya konsentrasi kepemilikan oleh pemegang saham tertentu membuat pergerakan saham MDIA volatil. Saham emiten media milik Bakrie Group itu melesat lebih dari 300 persen ke Rp280 dalam sebulan terakhir sebelum akhirnya disuspensi oleh Bursa.
Lonjakan saham MDIA bertolak belakang dengan kinerjanya. Hingga 31 Maret 2026, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp141,7 miliar dengan rugi bersih Rp8,3 miliar. Meski begitu, rugi tersebut membaik dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp58,3 miliar.
Kinerja tersebut menggambarkan industri periklanan televisi yang menantang. Perseroan terus berupaya menjaga kinerja program dan operasional melalui optimalisasi konten programming dan efisiensi biaya.
Terkait lonjakan saham, Corporate Secretary PT Intermedia Capital Tbk, Andrew Santoni Hutasoit menilai, pergerakan harga saham merupakan refleksi dari beragam faktor yang berkembang di pasar.
"Oleh karena itu, perubahan harga saham tidak selalu bergerak sejalan denagn kinerja operasional dan keuangan perseroan pada periode berjalan," katanya dalam keterbukaan informasi.
Selain itu, kata dia, pergerakan harga saham juga dipengaruhi oleh ekspektasi investor atas perkembangan usaha perseroan ke depan. Prospek penguatan posisi MDIA di industri media hingga langkah strategis yang akan dijalankan menjadi bagian dari faktor yang membentuk persepsi pasar terhadap prospek usaha perseroan.
(Rahmat Fiansyah)