AALI
10850
ABBA
73
ABDA
6950
ABMM
745
ACES
1565
ACST
358
ACST-R
0
ADES
1680
ADHI
1320
ADMF
8450
ADMG
174
ADRO
1180
AGAR
418
AGII
1270
AGRO
1215
AGRO-R
0
AGRS
805
AHAP
61
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
302
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
492
AKRA
3400
AKSI
765
ALDO
440
ALKA
238
ALMI
250
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/03/05 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.51
-0.71%
-3.59
IHSG
6258.75
-0.51%
-32.05
LQ45
941.36
-0.75%
-7.11
HSI
29098.29
-0.47%
-138.50
N225
28864.32
-0.23%
-65.79
NYSE
14959.41
-1.58%
-239.78
Kurs
HKD/IDR 1,843
USD/IDR 14,300
Emas
778,890 / gram

Melek Investasi, Anak Muda Serbu Pasar Modal Tiga Tahun Terakhir

MARKET NEWS
Aditya/iNews
Selasa, 23 Februari 2021 21:10 WIB
BEI mencatat dalam tiga tahun terakhir pertumbuhan investor pasar modal Indonesia didominasi kalangan anak muda terutama generasi milenial dan Gen-Z.
Melek Investasi, Anak Muda Serbu Pasar Modal Tiga Tahun Terakhir (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat dalam tiga tahun terakhir pertumbuhan investor pasar modal Indonesia didominasi kalangan anak muda terutama generasi milenial dan Gen-Z.

Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi mengatakan, pertumbuhan terbesar ada dari investor di bawah usia 25 tahun, kemudian pertumbuhan tertinggi berikutnya adalah investor di antara 26 sampai 30 tahun, berikutnya investor dengan usia 31-40 tahun dan terakhir investor di atas 40 tahun. 

"Jadi, semua segmen investor ini mengalami kenaikan tapi tingkat percepatan pertumbuhan sekarang jauh lebih didominasi oleh investor generasi Z kita yang di bawah usia 25 tahun, diikuti investor milenial. Sehingga secara total jumlah investor muda kita di bawah usia 40 tahun sekarang sama dengan 70 persen dari total investor saham yang ada di Indonesia itu angkanya mencapai hampir 1,4 juta investor," ujar Hasan dalam acara Edukasi Wartawan BEI, Selasa (23/2/2021).

Hasan menambahkan, menurut data BEI per Januari 2021 masih mencatatkan tren yang sama, dimana jumlah investor baru di tahun ini 50,7 persennya datang dari segmen usia 18 sampai 25 tahun. 

"Jadi, biasanya memang terus menunjukkan bagaimana para milenial kita para generasi Z kita yang kemudian terus masuk ke pasar modal dan terus bergabung menjadi investor baru atau investor pemula kita," kata dia.

Dia menyebut, generasi milenial dan Z memang sangat cocok dengan ekosistem, kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkan BEI untuk berinvestasi di pasar modal. Sebab, di pasar modal Indonesia banyak sekali berita-berita terkini yang terus muncul dan sangat diminati oleh para milenial dan generasi Z untuk terus mengikuti perkembangan dari waktu ke waktu.

Kemudian, transaksi di pasar modal Indonesia bahkan jauh sebelum pandemi Covid-19 telah mengadopsi transaksi secara online. Penggunaan teknologi smartphone betul-betul dekat dengan para milenial dan generasi Z dan seperti melatih perencanaan keuangan, berorientasi keuntungan juga saat ini dekat dengan karakter milenial yang merupakan kelompok dengan goal and achievement oriented mereka betul-betul pingin mencapai suatu tujuan yang ditentukan spesifik.

"Ini semua yang kita rasa menjadi tren yang menggembirakan dan tentu kami di Bursa jadi punya PR untuk terus-menerus harus menyesuaikan dari waktu ke waktu cara-cara melakukan literasi edukasi agar tidak ketinggalan dengan tren pertumbuhan generasi usia muda ini dalam konteks investor baru sehingga kami tentu menyesuaikan strategi dan media yang digunakan untuk melakukan edukasi kepada mereka," ucapnya. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Risiko Investasi Saham
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD