Perhitungan ini mencakup dana indeks maupun dana aktif yang berinvestasi di pasar emerging market.
Besarnya potensi arus keluar tersebut setara dengan penjualan bersih investor asing sepanjang 2026 yang menurut BCA Sekuritas mencapai USD4,9 miliar atau Rp88,41 triliun.
Estimasi yang lebih besar datang dari UOB Kay Hian. Dalam riset yang terbit pada 19 Oktober 2026, sekuritas ini memperkirakan arus keluar berkisar USD5,1 miliar atau Rp92,01 triliun hingga USD8,7 miliar atau Rp156,97 triliun.
Skenario terburuk terjadi apabila FTSE turut menurunkan klasifikasi Indonesia dan investor aktif memangkas kepemilikan lebih dalam.
Dalam skenario perubahan klasifikasi MSCI saja, tiga saham perbankan, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), diperkirakan menanggung sekitar 62 persen dari total tekanan jual.