sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Menakar Risiko Standalone Market, Bidik Peluang di Tengah Ancaman Outflow

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
20/10/2026 06:28 WIB
Tekanan di pasar saham domestik kian berat setelah MSCI mengusulkan penurunan status Indonesia dari Emerging Market (EM) menjadi Standalone Market.
Menakar Risiko Standalone Market, Bidik Peluang di Tengah Ancaman Outflow. (Foto: MNC Media)
Menakar Risiko Standalone Market, Bidik Peluang di Tengah Ancaman Outflow. (Foto: MNC Media)

Besarnya potensi tekanan terhadap saham-saham bank jumbo tersebut tidak serta-merta mencerminkan memburuknya kinerja perusahaan.

“Saham-saham tersebut menghadapi tekanan jual terbesar karena memiliki bobot paling besar dalam indeks, bukan karena prospek labanya memburuk. Jika dibandingkan dengan volume perdagangan, tekanan jual juga paling berat terjadi pada saham-saham berkapitalisasi besar tersebut,” tulis analis UOB.

Senada, analis Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nurkholis Syafruddin, dalam riset pada 16 Oktober 2026, mencatat empat bank besar menguasai 71,7 persen bobot indeks MSCI Indonesia, yang kini hanya mencakup sembilan saham.

Sementara itu, kepemilikan investor portofolio asing pada saham-saham bank besar, TLKM, ASII, dan UNTR mencapai sekitar 46-53 persen dari free float, jauh di atas rata-rata pasar yang berkisar 20 persen.

Kondisi tersebut membuat saham-saham berkapitalisasi besar berpotensi menjadi sasaran utama penjualan apabila investor global mulai mengurangi eksposur terhadap Indonesia.

Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
Advertisement
Advertisement