"Ke depan, meskipun kondisi operasional pada beberapa bisnis kami masih tetap menantang, kami memperkirakan sentimen konsumen secara keseluruhan akan membaik. Astra akan tetap berfokus pada keunggulan operasional dan alokasi modal yang disiplin, dengan memanfaatkan posisi neraca Astra yang kuat untuk mendukung penciptaan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan," katanya melalui keterangan resmi, Jumat (27/2/2026).
Kinerja divisi-divisi Astra lainnya memang lebih moncer. Laba divisi Agribisnis lewat PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) misalnya, tumbuh 28 persen menjadi Rp1,17 triliun, sedangkan laba divisi Infrastruktur melesat 24 persen menjadi Rp1,26 triliun dan IT naik 33 persen menjadi Rp208 miliar.
Meski porsinya kecil, laba divisi properti juga melejit 224 persen menjadi Rp719 miliar. Kenaikan laba divisi properti ini berasal dari aset-aset gudang industri serta pengakuan goodwill negatif atas akuisisi PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP).
(Rahmat Fiansyah)