Menurut Raja, komitmennya untuk menjaga defisit anggaran di bawah batas 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi sinyal awal bahwa pemerintah akan lebih menekankan disiplin fiskal.
"Pasar kemungkinan akan lebih menghargai kredibilitas fiskal dibandingkan tambahan stimulus jangka pendek, terutama di tengah latar belakang global yang menantang dan harga minyak yang lebih tinggi," tulis Raja dalam riset yang terbit pada 14 September 2026.
Dari stimulus ke kredibilitas
Raja memperkirakan Suahasil mengambil sikap fiskal yang lebih terukur dibandingkan pendahulunya, Purbaya Yudhi Sadewa.
Pada periode sebelumnya, kebijakan fiskal dan likuiditas lebih agresif untuk menopang perekonomian, termasuk melalui penempatan saldo anggaran lebih (SAL) pada bank-bank BUMN.
Perubahan pendekatan tersebut berpotensi membuat ekspektasi terhadap percepatan permintaan domestik yang didorong kebijakan pemerintah menjadi lebih moderat. Namun, Bahana justru melihat pergeseran ini sebagai hal positif bagi pasar.