Pasalnya, disiplin fiskal yang lebih kuat berpotensi menurunkan kekhawatiran investor terhadap kebutuhan pembiayaan pemerintah dan profil kredit berdaulat Indonesia. Pada akhirnya, kondisi tersebut dapat menekan premi risiko Indonesia.
Penurunan premi risiko akan menjadi katalis penting bagi pasar keuangan.
Risiko negara yang lebih rendah berpotensi menopang nilai tukar rupiah, meredakan tekanan terhadap imbal hasil obligasi pemerintah, sekaligus menurunkan tingkat diskonto yang digunakan investor dalam menilai saham Indonesia.
Dengan demikian, potensi keuntungan bagi pasar saham tidak harus datang dari percepatan pertumbuhan laba akibat stimulus. Pasar masih dapat mengalami re-rating apabila kredibilitas fiskal yang lebih kuat menurunkan biaya modal di Indonesia.
Saham berjangka panjang berpotensi diuntungkan
Dari sisi sektoral, kondisi tersebut dinilai lebih menguntungkan saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga dan memiliki karakter long duration.
Perusahaan dengan kondisi keuangan kuat serta kebutuhan pembiayaan yang besar juga berpotensi mendapatkan manfaat apabila imbal hasil obligasi turun.