Tambang Emas Pani merupakan aset emas berskala global yang saat ini memasuki fase pertumbuhan produksi. Sejak mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada 2025, Perseroan berhasil mencapai sejumlah tonggak penting, termasuk first gold pour di Tambang Emas Pani pada Februari 2026
dan penjualan emas perdana pada Maret 2026.
Hingga 31 Desember 2025, Tambang Emas Pani memiliki sumber daya mineral sebesar 7,0 juta ounces emas dan cadangan bijih sebesar 5,2 juta ounces emas, menjadikannya salah satu deposit emas primer yang signifikan di Asia.
Sumber daya mineral Pani saat ini berasal dariarea yang relatif kecil, yakni 135 hektar di
sekitar pit utama Pani, dibandingkan dengan total wilayah konsesi Perseroan yang mencapai 14.670 hektare.
Hal ini menunjukkan potensi eksplorasi yang masih besar di keseluruhan area proyek.