Aksi pencatatan sekunder ini berlangsung di tengah meningkatnya aktivitas penawaran umum perdana (IPO) di Hong Kong.
Menurut catatan Dow Jones Newswires, dalam beberapa tahun terakhir, hanya sekitar selusin perusahaan non-China atau nonlokal yang melakukan penawaran saham di bursa tersebut.
Pada 2025, Hong Kong kembali menjadi salah satu pusat IPO terbesar dunia, didorong oleh gelombang pencatatan perusahaan berbasis China.
Merdeka Gold Resources (kode BEI: EMAS), yang merupakan anak usaha kelompok usaha tambang Indonesia Merdeka Copper Gold (MDKA), mencatatkan penerimaan bersih (net proceed) sekitar 2,27 miliar dolar Hong Kong (sekitar sekitar Rp5,20 triliun) atau setara dengan USD289,5 juta dari transaksi tersebut.
Dalam penawaran umum di Hong Kong, sebanyak 9 juta HDR Merdeka Gold Resources mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 4,42 kali. Sementara itu, sebanyak 80,7 juta HDR yang ditawarkan melalui jalur internasional mengalami kelebihan permintaan hingga 7,67 kali.