Seluruh saham dalam transaksi tersebut berasal dari penjualan pemegang saham lama. Dengan demikian, Merdeka Gold Resources tidak memperoleh dana langsung dari aksi pencatatan tersebut.
Pencatatan di Hong Kong dilakukan saat perusahaan tengah mengembangkan proyek tambang emas Pani di Indonesia. Merdeka Gold Resources menyebut proyek tersebut berpotensi menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia.
Tambang terbuka (open-pit) Pani telah memasuki tahap produksi awal setelah menghasilkan emas pertama pada kuartal I-2026.
Perusahaan memperkirakan tambang tersebut memiliki potensi produksi puncak sekitar 500.000 ons emas per tahun ketika beroperasi dengan kapasitas penuh.
Sementara, di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham EMAS juga merosot 11,70 persen ke Rp6.200 per unit, seiring Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam 2,64 persen ke 5.840. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.