AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

Meski Covid-19, Penjualan Real Estate Alam Sutera Sentuh Rp740,4 Miliar

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Senin, 31 Agustus 2020 08:15 WIB
PT Alam Sutera Realty Tbk berhasil membukukan Marketing Sales sebesar Rp 1,4 triliun di semester I-2020.
Meski Covid-19, Penjualan Real Estate Alam Sutera Sentuh Rp740,4 Miliar. (Foto: Ist)

IDXChannel - Emiten properti PT Alam Sutera Realty Tbk, pengembang properti terintegrasi terkemuka di Indonesia berhasil membukukan Marketing Sales sebesar Rp 1,4 triliun di semester I-2020.

Dalam paparan perseroan di Public Expose LIVE 2020, Jumat (28/8/2020), sepanjang semester pertama, perseroan meluncurkan dua proyek baru yaitu Elevee Promenade dan Weston Lane di kawasan Alam Sutera dan dua cluster baru yaitu Dakota Cluster dan Alam Signature di kawasan Suvarna Sutera.

Dalam tinjauan keuangan, perseroan membukukan penjualan, pendapatan jasa dan usaha lainnya sebesar Rp 919,5 miliar di semester pertama tahun 2020. Adapun komposisi penjualan di semester pertama 2020 adalah yakni Real Estate sebesar Rp740,4 miliar atau sebesar 81% dari penjualan, Jasa Hospitaliti, Prasarana, Pariwisata dan usaha lainnya sebesar Rp179,1 miliar atau sebesar 19% dari penjualan.

“Sedangkan komposisi penjualan Real Estat terdiri dari: Tanah sebesar Rp333,5 miliar, Rumah dan ruko sebesar Rp218,8 miliar, Apartemen dan ruangan perkantoran Rp188,1 miliar,” tulis perseroan dalam keterangan resmi, pekan lalu.

Adapun Laba bruto dan marjin laba bruto di semester pertama 2020 masing-masing sebesar Rp460,8 miliar dan 50%.

Perseroan juga mencatatkan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp512,5 miliar. Hal disebabkan oleh adanya kerugian selisih kurs yang belum terealisasi sebesar Rp271,5 miliar.

“Sementara itu, Utang Obligasi mengalami penurunan dari Rp7,5 triliun pada semester pertama 2019 menjadi Rp6,8 triliun pada semester pertama tahun 2020. Sedangkan posisi likuiditas Perseroan (kas dan setara kas serta deposito) terjaga dengan baik sebesar Rp1,1 triliun,” ungkap perseroan. (*)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD