AALI
12250
ABBA
192
ABDA
6250
ABMM
3020
ACES
985
ACST
158
ACST-R
0
ADES
5800
ADHI
700
ADMF
8050
ADMG
179
ADRO
3140
AGAR
330
AGII
1985
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
125
AHAP
62
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
156
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
935
AKRA
1020
AKSI
350
ALDO
895
ALKA
304
ALMI
0
ALTO
195
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.20
0.17%
+0.93
IHSG
6909.59
-0.07%
-4.55
LQ45
1017.84
0.19%
+1.90
HSI
20122.40
0.05%
+10.30
N225
26692.77
-0.21%
-55.37
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
879,213 / gram

Meski Menguat, IHSG Masih di Bawah Bayang-bayang Sentimen Global

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Jum'at, 28 Januari 2022 15:54 WIB
Meski menguat di akhir perdagangan hari ini, Jumat (28/1/2022), namun pergerakan IHSG masih berada di bawah bayang-bayang sentimen global.
Meski Menguat, IHSG Masih di Bawah Bayang-bayang Sentimen Global. (Foto: MNC Media)
Meski Menguat, IHSG Masih di Bawah Bayang-bayang Sentimen Global. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Meski menguat di akhir perdagangan hari ini, Jumat (28/1/2022), namun pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di bawah bayang-bayang sentimen global, seperti kebijakan The Fed dan kenaikan suku bunga acuan.

Technical Analyst Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova mengatakan, sepekan terakhir di dua hari pertama minggu ini IHSG mengalami tekanan yang cukup lumayan besar. Kemudian disusul kenaikan yang dimulai hari Rabu hingga Jumat hari ini.

"Tentu kita melihat hari Jumat ini penguatannya masih nampak sedikit optimisme pelaku pasar untuk memasuki minggu depan," ujar Ivan dalam IDX 2nd Session Closing, Jumat (28/1/2022).

Perlu dicatat, awal pekan nanti tepatnya di tanggal 1 Februari masih ada hari Bursa kemudian libur dan ada aktivitas perdagangan lagi hari Rabu. Sehingga dengan kondisi ini ada risiko ketidakpastian.

"Ketika kita lihat pelaku pasar ini menantikan kepastian dari The Fed untuk menaikkan suku bunga yang diperkirakan mulai bulan Maret atau mungkin akan lebih cepat sebanyak 4 kali mengingat inflasi cukup tinggi," jelasnya.

Mengenai inflasi, di Eropa dan Inggris juga cukup tinggi. Sementara di Indonesia masih melihat kasus perkembangan Covid-19 dengan kasus harian meningkat agresif.

"Disini pun kita melihat pelaku pasar masih hati-hati mengambil posisi yang mengakibatkan kenaikan tiga hari ini tidak bisa menutup koreksi yang terjadi selama dua hari di awal pekan," kata Ivan.

Sebelumnya, Ivan melihat saham-saham big caps bergerak tidak seirama untuk menarik investor. Mulai dari BNI yang telah merilis laporan keuangan full year, kemudian untuk BRI, Mandiri dan big caps lainnya mungkin masih punya harapan untuk menyusul mengingat kinerja mengalami pertumbuhan.

"Masih ada peluang untuk melakukan akumulasi pembelian pada saham-saham big caps yang mengalami kenaikan, diperkirakan untuk Bank BRI koreksinya mendekati fase akhir sehingga ada potensi teknikal rebound," ujarnya.

Saham-saham pilihan yang bisa dikoleksi antara lain:
EXCL 3.000 / 3.380 - 3.600 BOW
ADRO 2.030 / 2.400 - 2.500 BOW
ANTM 1.600 / 1.900 - 1.950 BOW
BBRI 3.870 / 4.300 BOW

(TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD