Menurutnya, investor juga masih mencermati sejumlah faktor domestik yang akan menentukan arah IHSG ke depan, mulai dari stabilitas nilai tukar rupiah, kondisi fiskal pemerintah, hingga meningkatnya perhatian terhadap potensi twin deficit setelah neraca transaksi berjalan dan neraca finansial sama-sama melemah pada kuartal I-2026.
"Ke depan, pemulihan pasar Indonesia akan sangat ditentukan oleh kepercayaan investor terhadap kebijakan domestik. Karena itu, investor perlu tetap berfokus pada fundamental dan lebih selektif dalam menentukan strategi investasinya," tambahnya.
Meski pasar masih diwarnai ketidakpastian, Mirae Asset menilai terdapat sejumlah sektor yang menawarkan peluang investasi menarik, salah satunya sektor unggas atau poultry.
Senior Research Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Andreas Kristo Saragih, juga mengatakan konsumsi daging ayam di Indonesia yang baru mencapai sekitar 8,6 kilogram per kapita masih jauh di bawah Malaysia yang mencapai 32,9 kilogram dan Vietnam sebesar 16,7 kilogram, sehingga ruang pertumbuhannya masih sangat besar.
Selain didukung peningkatan konsumsi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), prospek industri juga ditopang oleh pasokan yang lebih terkendali seiring penurunan kuota impor grand parent stock (GPS) dan implementasi program culling.