"Strategi kami terus meningkatkan kualitas pendapatan melalui komposisi pasien swasta yang semakin kuat, perluasan layanan spesialis, serta peningkatan kompleksitas kasus klinis yang ditangani di seluruh jaringan rumah sakit kami," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (28/7/2026).
Sejalan dengan strategi tersebut, kontribusi pasien swasta meningkat menjadi 90 persen dari total pendapatan pada semester I-2026, dibandingkan 88 persen pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini terutama didorong oleh naiknya kontribusi covered patient, yakni pasien yang ditanggung perusahaan maupun asuransi, dari 58 persen menjadi 62 persen dari total pendapatan.
Perseroan juga mencatat peningkatan kontribusi layanan dengan tingkat kompleksitas tinggi menjadi 27,7 persen dari total pendapatan, dibandingkan 23,2 persen pada semester I-2025. Pertumbuhan tersebut didukung meningkatnya permintaan terhadap layanan unggulan di bidang onkologi, kardiovaskular, neurosains, ortopedi, urologi, dan diagnostik lanjutan.
Peningkatan kompleksitas layanan turut mendorong kenaikan Average Revenue per Inpatient Day (ARPID) sebesar 12,2 persen dan Average Revenue per Outpatient Visit (ARPOP) sebesar 12,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Kami terus meningkatkan nilai yang dihasilkan dari setiap layanan yang kami berikan kepada pasien melalui pengembangan layanan spesialis dan penanganan kasus dengan tingkat kompleksitas yang lebih tinggi," kata Rustiyan.