Di sisi lain, bisnis ritel mencatatkan pertumbuhan, dengan pendapatan penjualan sepeda motor meningkat 6 persen YoY menjadi Rp1,7 triliun, serta pendapatan layanan purna jual tumbuh di atas 9 persen YoY menjadi Rp51 miliar.
Secara keseluruhan, pendapatan bersih segmen tetap terjaga di level Rp7,3 triliun, atau hanya turun tipis 0,4 persen YoY. Di tengah pendapatan yang relatif stabil, laba kotor meningkat 6 persen YoY menjadi Rp616 miliar, sementara margin laba kotor naik menjadi 8,5 persen dari 7,9 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan ini mencerminkan komposisi pendapatan yang semakin optimal serta perbaikan tingkat profitabilitas. Pada segmen bisnis asuransi, MPMInsurance membukukan pendapatan asuransi sebesar Rp434 miliar, atau menurun 10 persen YoY, terutama dipengaruhi oleh penurunan kontribusi dari lini bisnis asuransi kendaraan bermotor dan bisnis lainnya.
Sementara itu, pendapatan dari lini
asuransi properti relatif stabil di Rp190 miliar. Di tengah penurunan pendapatan, biaya jasa asuransi berhasil ditekan 13 persen YoY menjadi Rp357 miliar. Hal ini mendorong peningkatan hasil jasa asuransi sebesar 4 persen YoY menjadi Rp77 miliar, mencerminkan pengelolaan underwriting yang tetap terjaga.
Sementara itu, hasil investasi tercatat sebesar Rp18 miliar, atau turun 31 persen YoY, terutama disebabkan oleh lebih rendahnya pendapatan investasi dari instrumen saham.