"Di segmen bisnis penyewaan kendaraan, MPMRent tetap mampu menjaga profitabilitas di tengah moderasi aktivitas operasional," ujarnya. Pada semester pertama 2026, pendapatan bersih tercatat sebesar Rp706 miliar, atau menurun 4 persen YoY, terutama dipengaruhi oleh berkurangnya jumlah armada yang disewakan, layanan pengemudi, serta volume penjualan mobil bekas.
Meski demikian, laba kotor meningkat 11 persen YoY menjadi Rp163 miliar, dengan margin laba kotor naik menjadi 23,1 persen dari 19,9 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut didukung oleh pengelolaan biaya yang efektif serta komposisi bisnis yang semakin optimal, terutama dari bisnis penjualan mobil bekas, sehingga mampu mengimbangi pelemahan pada bisnis layanan pengemudi.
Sementara itu, di segmen bisnis pembiayaan, JACCS MPMFinance Indonesia terus mengedepankan kualitas aset dan keberlanjutan kinerja portofolio melalui penerapan strategi bisnis yang lebih selektif dan prudent. Sejalan dengan pendekatan tersebut, pendapatan bersih tercatat sebesar Rp311 miliar, atau menurun 43 persen YoY.
Di sisi lain, disiplin dalam pengelolaan biaya berhasil menurunkan beban operasional sebesar 45 persen YoY menjadi Rp275 miliar. Bersama dengan penurunan beban pencadangan dan beban terkait aset, langkah-langkah tersebut berhasil memperkecil rugi bersih segmen sebesar 58 persen YoY, dari Rp97 miliar menjadi Rp41 miliar pada semester I-2026.
"Kinerja semester pertama tahun 2026 menunjukkan bahwa fokus kami untuk menjaga kualitas pertumbuhan mulai memberikan hasil yang positif. Kami mampu mempertahankan