IDXChannel – PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) membukukan kinerja positif pada kuartal I-2026 dengan pertumbuhan penjualan dan laba yang mencapai dua digit.
Perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp758,54 miliar, meningkat 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp669,96 miliar. Sementara itu, Laba bruto tumbuh 19 persen sementara margin laba usaha naik menjadi 37,9 persen. Di sisi bottom line, laba bersih MLBI mencapai Rp228,98 miliar, lebih tinggi dibandingkan laba bersih Rp194,81 miliar pada kuartal I-2025.
Presiden Direktur Multi Bintang Indonesia, Roland Bala, mengatakan capaian tersebut mencerminkan konsistensi pelaksanaan strategi bisnis di tengah dinamika pasar.
"Kinerja positif pada kuartal pertama ini mencerminkan konsistensi eksekusi strategi kami di tengah dinamika pasar. Kami terus fokus memperkuat portofolio merek, memperluas jangkauan konsumen, serta menjaga disiplin operasional untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar Roland dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2026).
Pada kuartal I-2026, pertumbuhan laba juga ditopang oleh peningkatan efisiensi operasional dan pengendalian biaya yang dinilai berhasil menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan produktivitas.
Perseroan terus menjalankan strategi jangka panjang melalui program EverGreen 2030 yang berfokus pada percepatan pertumbuhan, peningkatan produktivitas, dan penguatan kesiapan bisnis jangka panjang.
Di segmen produk, Multi Bintang memperkuat portofolio melalui merek utama BINTANG dan Heineken®, sekaligus memperluas pilihan produk untuk menjangkau berbagai segmen konsumen. Perseroan juga melanjutkan transformasi digital melalui platform distribusi berbasis teknologi untuk meningkatkan efektivitas operasional dan akses pasar.
Di sisi tata kelola, perseroan mengumumkan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris sebagai bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan dan kesinambungan bisnis. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung implementasi strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Manajemen menilai fondasi keuangan yang kuat, didukung pertumbuhan laba dan profitabilitas yang terjaga, akan menjadi modal bagi perseroan untuk mempertahankan kinerja sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham pada periode mendatang.
(Shifa Nurhaliza Putri)