Dengan dukungan AI, perseroan mengklaim proses produksi menjadi jauh lebih efisien dari segi waktu. Hal ini memungkinkan MSIN untuk mencapai volume output yang lebih tinggi tanpa harus menambah sumber daya secara proporsional.
Strategi kedua yang lebih agresif adalah produksi konten yang sepenuhnya dihasilkan oleh AI (end-to-end AI production). Saat ini, MSIN telah memiliki kapasitas dan kapabilitas teknis untuk menciptakan konten AI secara utuh.
Angela melihat potensi luar biasa dari sisi bisnis pada segmen ini karena struktur biayanya yang jauh lebih terkendali dibandingkan produksi konvensional.
“Betul-betul end-to-end AI production hasilnya adalah AI content. Ini sudah kita lakukan dan kami melihat ini adalah potensi juga luar biasa karena secara cost manageable dan in terms of potential revenue-nya juga quite significant,” tambahnya.
Inovasi teknologi ini menjadi salah satu pilar pendukung kinerja gemilang MSIN. Sepanjang 2025, perseroan mencatatkan lonjakan laba bersih hingga 140 persen mencapai Rp985 miliar.