Kondisi tersebut memperkuat narasi DMAS sebagai salah satu emiten yang berpotensi mendapat manfaat dari pertumbuhan kebutuhan infrastruktur data center di Indonesia.
Selain prospek data center, sentimen yang berpotensi menggerakkan saham DMAS adalah pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 22 September 2026 serta ekspektasi dividend play, dengan potensi pembayaran dividen yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi valuasi, DMAS saat ini diperdagangkan dengan trailing price-to-earnings ratio (P/E) sekitar 6,2 kali.
Sementara itu, katalis lain datang dari SSIA seiring rencana peresmian pabrik produsen kendaraan listrik BYD di Subang, Jawa Barat.
Pabrik BYD tersebut dijadwalkan diresmikan pada 3 September 2026. Fasilitas yang berdiri di atas lahan sekitar 126 hektare itu diperkirakan memiliki kapasitas produksi hingga 150 ribu unit mobil per tahun.