Hasil investasi pada produk non-unit link juga meningkat 8 persen YoY. Perusahaan mengaitkan pertumbuhan ini dengan diversifikasi penempatan investasi pada instrumen domestik dan global.
Sementara itu, Contractual Service Margin (CSM) MSIG Life mencapai Rp913 miliar pada semester I-2026, atau naik 8 persen. Indikator ini menggambarkan keuntungan yang diperkirakan diperoleh perusahaan dari kontrak asuransi yang masih berjalan dan diakui secara bertahap selama masa pertanggungan.
Dari sisi permodalan, ekuitas MSIG Life tercatat sebesar Rp8,19 triliun, melampaui ketentuan minimum tertinggi bagi perusahaan asuransi sebesar Rp1 triliun berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 23 Tahun 2023.
Rasio solvabilitas atau risk-based capital (RBC) perusahaan juga berada di level 1.381,6 persen, jauh di atas batas minimum regulator sebesar 120 persen.
Pertumbuhan bisnis MSIG Life juga terlihat dari premi lanjutan yang meningkat 27 persen YoY pada semester I-2026. Capaian ini berbanding terbalik dengan industri asuransi yang mengalami koreksi sekitar 6 persen.