IDXChannel - Emiten pengolah limbah, PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI) mencatat kinerja positif pada 2025. Perseroan meraup pendapatan sebesar Rp213 miliar, tumbuh 24 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp172 miliar.
Sejalan dengan itu, laba bersih MHKI meningkat 25 persen menjadi Rp40 miliar. Capaian ini mencerminkan efektivitas strategi ekspansi serta kemampuan perseroan menjaga profitabilitas di tengah peningkatan aktivitas operasional.
Kinerja tersebut didukung permintaan yang tetap kuat dari pelanggan utama, khususnya di sektor energi dan industri lainnya. Hal ini mempertegas posisi perseroan sebagai pelaku strategis dalam pengolahan limbah industri B3 dan non-B3, yang memiliki hambatan masuk tinggi serta menuntut standar kepatuhan lingkungan dan keselamatan yang ketat.
Direktur Utama Multi Hanna, Alwi, menilai capaian tersebut menunjukkan konsistensi eksekusi strategi perseroan.
"Pertumbuhan yang dicapai pada tahun 2025 merupakan hasil dari kombinasi ekspansi yang terarah, penguatan kapabilitas operasional, serta disiplin dalam pengelolaan keuangan. Perseroan akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan keberlanjutan kinerja," ujarnya melalui keterangan resmi, Senin (13/4/2026).
Dari sisi operasional, MHKI tetap disiplin menjaga efisiensi seiring meningkatnya aktivitas usaha. Biaya operasional mengalami kenaikan, terutama pada komponen transportasi dan tenaga kerja. Meski demikian, perseroan mampu menjaga struktur biaya tetap optimal, tercermin dari beban penjualan yang proporsional serta efisiensi berkelanjutan pada beban administrasi.
Sepanjang 2025, perseroan juga memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui realisasi investasi strategis. Pengembangan fasilitas operasional, termasuk proyek di Lamongan serta penguatan infrastruktur di Semarang, dilakukan untuk meningkatkan kapasitas, memperluas jangkauan layanan, dan mendukung kualitas operasional.
Ke depan, manajemen MHKI memandang peluang pertumbuhan masih terbuka seiring permintaan pasar yang tetap solid dan peningkatan kapasitas operasional. Perseroan akan terus menjalankan strategi usaha secara terukur dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, kepatuhan terhadap regulasi, serta tata kelola perusahaan yang baik.
(Rahmat Fiansyah)