sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Multivision Plus (RAAM) Cetak Laba Operasional pada Semester I-2026

Market news editor Rahmat Fiansyah
01/08/2026 00:05 WIB
PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) membukukan laba operasional sebesar Rp6,3 miliar pada semester I-2026, berbalik dari rugi operasional Rp27,3 miliar.
PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) mencatat laba operasional Rp6,3 miliar pada semester I-2026, berbalik dari rugi operasional Rp27,3 miliar. (Foto: Ist)
PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) mencatat laba operasional Rp6,3 miliar pada semester I-2026, berbalik dari rugi operasional Rp27,3 miliar. (Foto: Ist)

Direktur dan Chief Financial Officer PT Tripar Multivision Plus Tbk Vikas Chand Sharma mengatakan fundamental operasional perseroan semakin menguat seiring membaiknya performa penayangan film dan meningkatnya monetisasi pustaka konten.

"Hasil semester pertama ini menunjukkan bahwa fundamental operasional RAAM semakin kuat. Perbaikan performa penayangan film kami, ditambah monetisasi pustaka konten yang lebih tinggi, mendorong pemulihan signifikan pada laba kotor dan EBITDA," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (31/7/2026).

Dia menambahkan, perseroan juga terus meningkatkan efisiensi struktur permodalan melalui penurunan pinjaman sehingga memiliki fondasi keuangan yang lebih kuat untuk mendukung investasi konten dan ekspansi jaringan bioskop.

Sepanjang semester I-2026, RAAM melepas kepemilikan saham di PT Ciputra Multivision Nusantara sebagai bagian dari strategi penurunan utang. Dana hasil transaksi digunakan untuk mengurangi pinjaman bank dan diperkirakan dapat menekan beban bunga tahunan sekitar Rp11 miliar. Alhasil, utang bersih turun menjadi sekitar Rp304,4 miliar per Juni 2026 dari Rp403 miliar pada akhir Maret 2026, sementara rasio utang bersih terhadap ekuitas membaik menjadi 24,7 persen dari 31,3 persen.

Meski demikian, divestasi tersebut menimbulkan kerugian non-operasional satu kali sekitar Rp64 miliar yang dicatat pada pos pendapatan dan beban lain-lain. Dampak akuntansi tersebut membuat RAAM membukukan rugi bersih Rp64,8 miliar pada semester I-2026. Manajemen menilai kerugian itu bersifat tidak berulang sehingga perlu dipisahkan dalam menilai kinerja operasi inti Perseroan.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement