Tekanan juga terlihat pada PT PP Properti Tbk (PPRO) yang mencatat rugi Rp291,06 miliar, membengkak dari rugi Rp37,02 miliar.
PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) masih mencatat rugi Rp2,87 triliun, meskipun lebih rendah dibandingkan rugi Rp3,17 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perlu dicatat, daftar tersebut merupakan rekapitulasi sementara Sinarmas Sekuritas.
Jumlah emiten yang tercantum belum mewakili seluruh perusahaan tercatat di BEI.
Dengan pembaruan data yang masih berjalan, komposisi emiten dengan pertumbuhan laba tertinggi maupun gambaran kinerja masing-masing sektor masih dapat berubah.
Karena itu, perkembangan berikutnya tetap perlu dicermati seiring bertambahnya emiten yang masuk dalam rekapitulasi kinerja keuangan hingga 9 bulan 2026. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.