Di sektor emas, PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) mencatat laba Rp8,84 triliun, tumbuh 48 persen dibandingkan Rp5,97 triliun.
PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) membukukan lonjakan laba 660 persen menjadi USD196,16 juta, sedangkan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mencatat pertumbuhan 56 persen menjadi Rp898,87 miliar.
Namun, pertumbuhan tersebut tidak merata. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) membukukan laba USD23,94 juta, turun 37 persen dibandingkan USD37,91 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Tekanan juga terlihat pada PT United Tractors Tbk (UNTR). Emiten yang memiliki bisnis pertambangan batu bara melalui anak usahanya tersebut mencatat laba bersih Rp4,47 triliun, anjlok 61 persen dibandingkan Rp11,48 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.
Sektor perkebunan juga mencatatkan kinerja positif. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) membukukan laba Rp3,51 triliun, meningkat 31 persen.