AALI
9825
ABBA
234
ABDA
0
ABMM
755
ACES
1470
ACST
284
ACST-R
0
ADES
1695
ADHI
1170
ADMF
8100
ADMG
173
ADRO
1200
AGAR
444
AGII
1115
AGRO
935
AGRO-R
0
AGRS
456
AHAP
71
AIMS
505
AIMS-W
0
AISA
280
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
580
AKRA
3340
AKSI
750
ALDO
885
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/05/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
472.90
-0.15%
-0.73
IHSG
5966.23
-0.16%
-9.68
LQ45
889.38
-0.12%
-1.04
HSI
28466.18
0.17%
+48.18
N225
29345.90
1.85%
+533.27
NYSE
16348.41
0.36%
+59.14
Kurs
HKD/IDR 1,847
USD/IDR 14,370
Emas
826,080 / gram

Nama dan Logo Tunggu Pengesahan Kemenkumham, Bank Syariah Indonesia Siap Lahir

MARKET NEWS
Fahmi Abidin
Selasa, 19 Januari 2021 16:15 WIB
Bank Syariah Indonesia kini dalam proses menunggu pengesahan nama dan logo dari Kementerian Hukum dan HAM.
Nama dan Logo Tunggu Pengesahan Kemenkumham, Bank Syariah Indonesia Siap Lahir. (Foto : MNC Media)

IDXChannel - Bank Syariah Indonesia kini dalam proses menunggu pengesahan nama dan logo dari Kementerian Hukum dan HAM. Sementara itu, progres merger tiga bank syariah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut secara legal prosesnya akan segera selesai pekan ini.

"Kemudian pengesahan nama baru Bank Syariah Indonesia ke kementerian Hukum dan HAM. Lalu termasuk penggunaan logo Bank Syariah Indonesia dan proses lainnya kami rasa itu berjalan dengan baik dan mohon doa semua semoga tanggal 1 bisa lakukan legal merger dan bisa declare telah lahir Bank Syariah Indonesia yang besar di Indonesia," jelas Ketua Project Management Office (PMO) Bank Syariah BUMN Hery Gunardi, di Jakarta, Selasa (19/1/2021).

Diungkapkan Hery, saat ini pihaknya masih menunggu izin merger dari OJK yang bakal terbit dalam minggu ini. “Saya rasa ini proyek dimulai dari bulan Maret tahun lalu. Ini berproses dari bulan ke bulan smapai akhirnya  di titik hari ini. Nah, saat ini tentu makin dekat menjelang tanggal 1 Februari. Tinggal legal merger 1 Febuari 2021. Tinggal hitungan hari," ungkap Hery di Jakarta, Selasa (19/1/2021).

Sementara itu, Deputi Bidang Keuangan dan Manajemen Risiko Kementerian BUMN Nawal Nely  mengatakan, PT Bank Syariah Indonesia Tbk Melalui merger, diharapkan skala cakupan dan layanan perbankan syariah bisa semakin menjangkau masyarakat. Terlebih lagi, Bank Syariah Indonesia akan beroperasi dengan mengandalkan keberadaan 1.200 cabang dan 20 ribu lebih pekerja yang tersebar di seluruh Tanah Air.

“Diharapkan dalam peta perbankan di Indonesia BSI akan menduduki ranking 7 atau 8 berdasarkan skala asetnya. Secara global, Bank Syariah Indonesia akan menjadi satu dari top 10 global bank yang islamic. Kemudian efisiensi biaya terhadap pendapatan secara kolektif, normally akan membaik jika skala aset perbankan syariah ini disatukan. Harapannya adanya konsolidasi, rasio biaya terhadap pendapatan ini bisa menurun ke 45 persen hingga 50 persen,” ujar Nawal. (*)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD