Secara bulanan, kata dia, neraca perdagangan barang pada September 2026 juga mencatatkan surplus senilai USD3,36 miliar, didorong oleh surplus komoditas nonmigas sebesar USD5,67 miliar.
Pasokan surplus nonmigas tersebut bersumber dari kinerja ekspor lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15), bahan bakar mineral (HS 27), serta besi dan baja (HS 72).
Meski transaksi nonmigas mencatatkan keuntungan yang solid, pos perdagangan energi nasional masih menghadapi tekanan impor bahan bakar olahan. Pembengkakan kebutuhan bahan bakar minyak di pasar domestik menyebabkan neraca komoditas migas belum mampu keluar dari zona defisit.
"Sedangkan kalau kita lihat di grafik tersebut, neraca perdagangan migas pada September 2026 mengalami defisit sebesar USD2,31 miliar. Adapun, ya, dua komoditas dengan penyumbang defisit terutama berasal dari hasil minyak dan juga dari minyak mentah," ujar Ateng.