Sebagai informasi, RATU resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Januari 2025. Pada hari pertama perdagangan, saham RATU langsung mencatatkan kenaikan signifikan dengan ditutup pada level Rp1.435 per saham, atau melonjak 24,78 persen dibandingkan harga penawaran awal sebesar Rp1.150 per saham.
Secara keseluruhan, total dana yang dihimpun RATU melalui aksi IPO dan divestasi saham mencapai Rp624,46 miliar. Dana tersebut terdiri atas Rp218,56 miliar dari penawaran umum perdana saham dan Rp405,90 miliar yang berasal dari divestasi saham.
Adapun RATU telah menyiapkan tujuh rencana akuisisi selama tiga tahun ke depan, dengan nilai transaksi berkisar USD10 juta hingga USD150 juta per akuisisi. Dua akuisisi pertama ditargetkan rampung pada periode kuartal IV-2025 hingga semester I-2026.
Pada jangka menengah 3-5 tahun, RATU akan masuk ke investasi operasional dengan mengambil alih PSC yang memiliki skala produksi lebih kecil sehingga menjadi pondasi untuk membangun kapabilitas operasional internal.
Dalam jangka panjang 610 tahun, perseroan menargetkan ekspansi ke PSC berskala besar di Indonesia, dengan prioritas pada aset yang menawarkan IRR di atas 10 persen dan struktur pendanaan konservatif 80:20 (debt-to-equity).
(DESI ANGRIANI)