IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan reformasi pasar modal Indonesia akan terus berjalan di tengah anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lebih dari 11 persen pada perdagangan Jumat (16/10/2026).
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, reformasi pasar modal merupakan agenda yang akan terus dijalankan untuk memperkuat pasar modal domestik. Menurutnya, langkah pembenahan tersebut bukan semata-mata dilakukan untuk merespons tekanan MSCI saja.
"Iya kita terus melakukan reformasi. Kita kan komitmen melakukan reformasi bukan karena satu index global provider. Tapi memang komitmen kita untuk melakukan reformasi yang tadi kita sampaikan," kata Frederica dalam konferensi pers yang digelar di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2026).
Frederica mengungkapkan, OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) tengah menjalankan reformasi yang disebut sebagai terbesar sepanjang sejarah pasar modal Indonesia. Agenda pembenahan tersebut telah dimulai sejak awal tahun ini.
"Saat ini OJK dan SRO sedang melakukan reformasi terbesar dalam sejarah pasar modal Indonesia. Itu sudah kita sampaikan sejak bulan Januari 2026 ini," katanya.