AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,319
Emas
838,644 / gram

Omicron Masih Menghantui, Bursa Asia Justru Rebound Pagi Ini

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Selasa, 30 November 2021 10:53 WIB
Bursa saham di kawasan Asia Pasifik sebagian besar berada di wilayah positif sejalan dengan rebound pasar merespons penyebaran varian baru Omicron.
Omicron Masih Menghantui, Bursa Asia Justru Rebound Pagi Ini
Omicron Masih Menghantui, Bursa Asia Justru Rebound Pagi Ini

IDXChannel - Bursa saham di kawasan Asia Pasifik sebagian besar berada di wilayah positif sejalan dengan rebound pasar merespons penyebaran varian baru Omicron yang dimungkinkan tidak menyebabkan gangguan ekonomi global.

Kenaikan sejumlah indeks juga mengikuti penutupan Wall Street semalam yang berada di zona hijau menyusul optimisme pasar menyambut komentar Presiden AS Joe Biden yang menyebut kebijakan pembatasan sebagai akibat dari varian baru masih belum dilakukan untuk saat ini.

Hingga pukul 10:28 WIB, Nikkei 225 Jepang (N225) menguat 0,40% di 28.397,50, Shanghai Composite China (SSEC) melesat 0,22% di 3.570,42, sedangkan Hang Seng Hong Kong (HSI) masih terpuruk -1,28% di 23.546,12.

S&P ASX 200 Australia (AXJO) juga berada di zona hijau sebesar 0,78% di 7.296,50, Taiwan Weighted menanjak 0,92% di 17.486,91, dan SET Thailand juga positif 1,29% di 1.610,22.

Indonesia Composite Index juga terpantau berhasil rebound 0,31% di 6.628,85, meski dibuka di zona merah pada pagi tadi.

Sementara Straits Times Singapura masih lesu -0,42% di 3.107,530, dan Kospi Korea Selatan (KS11) juga melemah -1,25% di 2.872,88.

Sebagai catatan, aktivitas China di sektor jasa  tumbuh pada kecepatan yang sedikit lebih lambat pada bulan November, menurut data resmi pada Selasa (30/11). Penurunan ini terjadi mengingat sektor tersebut masih terkena imbas dari kebijakan pembatasan baru menahan gelombang baru virus corona.

Indeks Manajer Pembelian (PMI) non-manufaktur turun menjadi 52,3 pada November dari 52,4 pada Oktober, menurut data dari Biro Statistik Nasional (NBS).

Namun, geliat industri pabrik China mengalami peningkatan pada November, setelah masalah hambatan pasokan dan krisis energi sempat mereda.

Biro Statistik Nasional (NBS) melaporkan Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur berada pada poin 50,1 pada November, naik dari 49,2 pada Oktober.

Kinerja positif di seluruh pasar ekuitas Asia terjadi setelah adanya aksi jual investor akibat varian baru virus corona akhir pekan lalu yang dimungkinkan bakal mendorong kebijakan pembatasan lebih lanjut dan menghambat pemulihan ekonomi. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD