Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma alias Aguan merupakan Ketua Pembina Yayasan Buddha Tzu Chi Wiyata Indonesia. Sementara 55,89 persen saham MAS dimiliki oleh PT Bangun Kosambi Sukses (BKS) di mana BKS sendiri 51 persen sahamnya dimiliki PANI.
Christy mengungkapkan, alasan perseroan menjual lahan ke Yayasan Tzu Chi dengan pertimbangan lahan itu akan dikembangkan menjadi sarana prasarana yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Selain itu, lahan itu merupakan salah satu bagian dari rencana pengembangan kawasan PIK 2 untuk memenuhi kebutuhan fasilitas pendidikan yang semakin berkembang seiring meningkatnya jumlah penduduk di kawasan PIK 2.
"Dengan melakukan transaksi, perseroan melalui MAS senantiasa mencari peluang bisnis potensial yang dapat memaksimalkan nilai investasi perseroan di masa yang akan datang," ujarnya.
Berdasarkan penilaian objek transaksi yang dilakukan Kantor Jasa Penilai Publik Suwendho Rinaldy dan Rekan (KJPP SRR), nilai pasar lahan yang dilepas PANI mencapai Rp44,13 miliar. Dengan harga penjualan yang berada di atas nilai pasar, KJPP SRR menilai transaksi afiliasi tersebut masuk kategori wajar.
(Rahmat Fiansyah)