Di sisi lain, BRI Danareksa mencatat sejumlah saham masih menawarkan yield tinggi, tetapi rapor keuangan terkininya menunjukkan pelemahan.
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) misalnya diperkirakan membukukan yield 10,25 persen, meski laba kuartal I-2026 turun 16 persen menjadi USD54,5 juta.
Kondisi serupa terjadi pada PT Astra International Tbk (ASII) yang mencatat penurunan laba 16 persen menjadi Rp5,85 triliun. Yield ASII tercatat sebesar 8,53 persen.
Sementara itu, unit bisnis Astra, PT United Tractors Tbk (UNTR), diperkirakan menawarkan yield 7,83 persen, namun laba perusahaan turun tajam menjadi sekitar Rp640 miliar.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga tetap menjadi pilihan defensif dengan estimasi yield 5,22 persen. Namun, yield tersebut menjadi yang terendah dalam daftar seiring penurunan laba tahun buku 2025. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.