Prospek Sepekan
Harga minyak dunia diproyeksikan bergerak volatil pada pekan ini seiring meningkatnya tensi geopolitik antara Donald Trump dan Iran, serta tenggat 10-15 hari yang disebut dapat memicu “hal-hal sangat buruk” bila kesepakatan tak tercapai.
Analis FX Empire, James Hyerczyk, menilai pasar kini berada dalam fase wait and see, namun kondisi tersebut justru berpotensi menjadi pemicu lonjakan volatilitas.
Ketidakpastian membuat pelaku pasar menutup posisi short secara agresif dan spekulan bullish mulai masuk, mendorong harga sempat reli di tengah pekan.
Risiko kian meningkat setelah laporan bahwa Iran akan menggelar latihan militer laut bersama Rusia di kawasan tersebut.
Situasi ini memicu kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan, terutama jika konflik meluas hingga menutup Selat Hormuz, jalur vital yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak global.