IDXChannel - Indeks utama Wall Street ditutup variatif pada perdagangan Rabu (15/4/2026), dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite mencetak rekor penutupan tertinggi. Kenaikan ini didorong optimisme investor terhadap kinerja laba emiten serta negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Nasdaq mencatatkan rekor penutupan tertinggi untuk pertama kalinya sejak 29 Oktober 2025. Penguatan dipimpin oleh saham teknologi, khususnya sektor perangkat lunak, hanya 13 hari perdagangan setelah indeks tersebut sempat masuk fase koreksi akibat kekhawatiran konflik Timur Tengah.
Harapan bahwa Washington dan Teheran akan kembali ke meja perundingan menjadi sentimen positif utama pekan ini. Konflik yang berlangsung sebelumnya sempat mengganggu pasar minyak global, memicu kekhawatiran inflasi, serta membayangi arah suku bunga.
Gedung Putih menyatakan pembicaraan lanjutan dengan Iran masih berlangsung dan berjalan produktif. Namun, pemerintah AS membantah laporan yang menyebut adanya permintaan gencatan senjata. Di sisi lain, Departemen Keuangan AS tetap menjatuhkan sanksi terhadap infrastruktur transportasi minyak Iran yang melibatkan puluhan individu, perusahaan, dan kapal.
Secara indeks, Dow Jones Industrial Average turun 0,15 persen ke 48.463,72, S&P 500 naik 0,80 persen ke 7.022,95, dan Nasdaq melonjak 1,60 persen ke 24.016,02. Nasdaq juga mencatatkan reli 11 hari berturut-turut, terpanjang sejak November 2021.