IDXChannel - Kenaikan harga minyak global dinilai akan berdampak langsung terhadap kebutuhan subsidi pemerintah apabila harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri tetap ditahan.
“Dari simulasi kami, jika harga minyak mencapai sekitar USD84 per barel dengan nilai tukar rupiah di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.000 per USD, maka tambahan subsidi energi yang dibutuhkan bisa mencapai lebih dari Rp100 triliun,” ujar Direktur Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal dalam pernyataannya, Selasa (14/4/2026).
Dia menjelaskan, tekanan tersebut muncul karena pemerintah berupaya menjaga harga energi domestik agar tidak langsung mengikuti kenaikan harga global. Tujuannya untuk menahan laju inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.
Namun, kondisi tersebut berimplikasi pada meningkatnya beban fiskal, terutama jika pemerintah tetap mempertahankan kebijakan subsidi tanpa penyesuaian.