MSCI juga menyampaikan potensi penurunan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market apabila permasalahan transparansi kepemilikan saham tidak menunjukkan perbaikan yang signifikan. Sentimen ini menekan kepercayaan investor dan berdampak langsung pada kinerja IHSG.
Seiring koreksi tajam tersebut, kinerja IHSG sejak awal tahun tercatat melemah 3,77 persen per 28 Januari 2026, sekaligus menjadi yang terburuk di kawasan ASEAN.
Dari sisi emiten, Ratih mencatat adanya upaya stabilisasi pasar melalui aksi korporasi. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) melalui keterbukaan informasi pada 29 Januari 2026 mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai hingga Rp250 miliar. Buyback akan dilakukan dalam periode 29 Januari-28 April 2026, di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.
“Rencana buyback berpotensi menjadi katalis positif jangka pendek, terutama dalam menjaga kepercayaan investor,” tutur Ratih.
Dari sentimen global, pergerakan Wall Street cenderung terbatas setelah The Federal Reserve menahan suku bunga acuan di level 3,5-3,75 persen, sesuai dengan ekspektasi pasar. Keputusan tersebut diambil setelah The Fed memangkas suku bunga dalam tiga pertemuan beruntun hingga akhir tahun lalu.