Porsi pertumbuhan tersebut bahkan melampaui permintaan semen kantong nasional, yang naik tujuh persen. Sementara penjualan untuk pasar regional justru terkontraksi delapan persen secara tahunan.
"Transformasi bisnis kami berfokus pada tiga strategi utama, yaitu peningkatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio yang menjadi katalis pertumbuhan kinerja Perseroan," ujar Vita.
Dari sisi biaya, Vita juga mengakui adanya lonjakan beban pokok pendapatan sebesar 8,6 persen (YoY) seiring meningkatnya volume penjualan serta dampak dari kenaikan harga bahan bakar dan energi.
Di saat yang bersamaan, biaya operasional (termasuk pendapatan dan pengeluaran operasional lainnya) juga naik sebesar sembilan persen (YoY).
Namun berkat tata kelola keuangan yang baik, Vita mengeklaim justru terjadi penurunan biaya keuangan bersih sebesar 35,4 persen secara tahunan.