AALI
9800
ABBA
284
ABDA
6250
ABMM
1365
ACES
1200
ACST
185
ACST-R
0
ADES
3310
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
177
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1430
AGRO
1260
AGRO-R
0
AGRS
151
AHAP
67
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1090
AKRA
730
AKSI
685
ALDO
1355
ALKA
300
ALMI
282
ALTO
268
Market Watch
Last updated : 2022/01/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.28
0.93%
+4.69
IHSG
6600.82
0.5%
+32.65
LQ45
946.86
0.8%
+7.52
HSI
24289.90
0.19%
+46.29
N225
27011.33
-0.44%
-120.01
NYSE
0.00
-100%
-16413.97
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,325
Emas
849,695 / gram

Pasar Modal Indonesia Menjanjikan, IHSG Diprediksi Tembus 7.690 di Akhir 2022

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Kamis, 13 Januari 2022 21:59 WIB
Pasar modal Indonesia memiliki potensi yang menjanjikan, yang terlihat dari arus masuk investasi, valuasi rendah, pertumbuhan kuat
Pasar Modal Indonesia Menjanjikan, IHSG Diprediksi Tembus 7.690 di Akhir 2022 (FOTO:MNC Media)
Pasar Modal Indonesia Menjanjikan, IHSG Diprediksi Tembus 7.690 di Akhir 2022 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Chief Investment Officer Global Private Banking dan Wealth HSBC, James Cheo, memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal menembus angka 7.690 di akhir 2022. 

Cheo menilai pasar modal Indonesia memiliki potensi yang menjanjikan, yang terlihat dari arus masuk investasi, valuasi rendah, pertumbuhan kuat, dan antusiasme atas aksi penawaran umum perdana perusahaan atau IPO. 

"Kami memperkirakan IHSG pada akhir tahun berada pada IDR7.690.” kata Cheo, dalam siaran resminya yang diterima MNC Portal Indonesia, Kamis (13/1/2022). 

Cheo mencermati banyak investasi yang masuk ke industri hijau dan revolusi digital, yang dinilai semakin menopang prospek pasar saham Indonesia. Lebih jauh, Cheo menyatakan konsensus perkiraan pendapatan untum tahun 2022 akan lebih dari 20% apabila ada percepatan peningkatan mobilitas. 

"Negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara harus mendapat manfaat dari itu. Konsensus perkiraan pendapatan untuk tahun 2022 lebih dari 20%," tuturnya 

Dari pengamatan tersebut, Cheo meningkatkan prospek pasar modal Indonesia menjadi sedikit overweight dari netral. 

Cheo membaca pengetatan kebijakan di Amerika Serikat yang dilakukan Federal Reserve tidak memberi pengaruh yang besar bagi fundamental perekonomian Indonesia. 

"Tidak seperti bagian dunia lainnya, inflasi Indonesia tetap rendah berkat harga energi yang diregulasi. Sementara itu, defisit transaksi berjalan bisa terkendali, yang sepenuhnya dibiayai oleh arus masuk investasi langsung," tukasnya. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD