"Yang terbaru, kami juga difasilitasi untuk bekerja sama dengan Puskesmas untuk memasok kebutuhan konsumsi sehat di sana," ujar
Ikhsan.
Saat ini, Ikhsan menjelaskan, kelompoknya telah memiliki total 6.000 ekor burung puyuh yang menghasilkan hingga 4.000 butir telur per hari.
Selain menjual telur, kelompok Puyuh Andalas juga menjual burung puyuh yang tidak lagi produktif untuk kebutuhan kuliner.
Dengan pendampingan SBA, kapasitas produksi diharapkan naik menjadi 10.000 ekor burung puyuh pada 2025 untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Atas keberhasilan dalam mengelola usaha peternakan burung puyuh, kelompok Puyuh Andalas ini dipercaya untuk menjadi narasumber pada pelatihan peternakan puyuh yang diselenggarakan oleh Dinas Baitul Mal Provinsi Aceh untuk 4 kabupaten/kota pada 16-18 Desember 2024, di Hotel Grand Permata Hati, Banda Aceh.
"Kami berterima kasih kepada SBA dan SIG yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk mengembangkan usaha yang menjadi mata pencaharian kami. Semoga usaha ini dapat terus berkembang untuk memberikan manfaat ekonomi, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha peternakan," ujar Ikhsan.